Iptu Ramses Samosir Dilantik Sebagai Kapolsek Barus Tapteng, BATAKPOS Jabatan Kapolsek Barus dan Kapolsek Sorkam diserah terimakan Kamis, (14/8) dari pejabat lama Kapolsek Barus AKP Frido Gultom yang akan pindah tugas ke SPN Sampali Medan digantikan pejabat baru AKP Jemmy Goklas Siburian yang berasal dari Poltabes Medan. Sedangkan Kapolsek Barus dari pejabat lama AKP Jesmy Girsang SIP yang akan menjadi Kabag OPS di Polres Samosir di Panguruan digantikan pejabat baru Iptu Ramses Samosir SH yang sebelumnya Kanit Tipikor Sat Reskrim Polres Tapteng. Upacara serah terima jabatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Tapteng AKBP Drs Reynhard SP Silitonga SH di aula Mapolres Tapteng serta dihadiri oleh perwira dan personil Polres Tapteng. Dimana upacara serah terima jabatan diawali dengan pelepasan dan pemasangan tanda jabatan. Usai upacara pada siang harinya dilaksanakan dengan acara pisah sambut di tempat yang sama. Kapolres Tapteng AKBP Drs Reynhard SP Silitonga SHdalam arahannya mengucapkan, selamat jalan kepada pejabat lama dan mengucapkan selamat datang kepada pejabat yang baru. Serah terima jabatan di tubuh Kepolisian adalah hal yang biasa bagi semua jabatan, termasuk jabatan Kapolres, dimana jabatan yang ada di Kepolisian tidak ada yang abadi. “Pada saat ini kita melaksanakan serah terima jabatan Kapolsek Barus dan Kapolsek Sorkam dan serah terima jabatan di Kepolisian adalah hal yang biasa dan merupakan penomena rotasi jabatan. Yang perlu kita ketahui jabatan di Kepolisian tidak ada yang abadi termasuk jabatan Kapolres yang dapat sewaktu-waktu berganti,” katanya. Dikatakan, kepada pejabat yang lama yang akan bertugas ke daerah lain harus siap bekerja di wilayah yang akan ditempati begitu juga dengan pejabat baru yang akan bertugas di wilayah Polres Tapteng ini. “Harapan kami rasa kekeluargaan yang telah terjalin selama bertugas di Polres Tapteng dapat terus dijalin meskipun tempat bertugas sudah tidak sama. Dan kepada pejabat yang baru mudah-mudahan cepat berbaur bersama keluarga dengan personil Polres Tapteng yang ada disini. (Jas)
Keterangan Foto
Serah Terima Jabatan Kapolsek
Kapolres Tapteng AKBP Drs Reynhard SP Silitonga SH saat menyerahterimakan dua jabatan Kapolsek. (batakpos/Jason gultom)
Dinas Pendidikan (Diknas) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) menggelar berbagai lomba dalam rangka meningkatkan kreativitas anak, khususnya anak Taman Kanak-kanak (TK) dan anak Sekolah Dasar (SD) yang merupakan utusan dari setiap Kecamatan di Kabupaten Tapteng.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapteng Drs Marhite Rumapea melalui Kabid TK/SD Dinas Pendidikan Tapteng Drs Syamsir Hutabarat kepada BATAKPOS disela-sela pelaksanaan lomba kreativitas anak tingkat TK Se-Kabupaten Tapteng di aula Diknas Tapteng, Jumat (14/8).
“Selain bertujuan untuk meningkatkan dan menumbuhkembang kreativitas anak-anak, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Tapteng. Dimana pesertanya merupakan hasil seleksi di setiap Kecamatan sebelum mengikuti lomba di tingkat Kabupaten Tapteng,” katanya.
Dijelaskan, lomba yang dilaksanakan Diknas Tapteng, yakni lomba cerdas cermat tingkat SD/MI, lomba siswa berprestasi tingkat SD/MI, lomba olimpiade Matapelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) tingkat SD/MI, Lomba mewarnai tingkat TK dan lomba melukis tingkat TK.
“Kegiatan lomba kreativitas anak SD dan TK ini sangat penting dilaksanakan untuk mempersiapkan anak didik yang dapat bersaing dengan daerah lain dan tetap berprestasi,” ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Tapteng, Dinas Pendidikan Tapteng telah membuat program dalam mengupayakan dibentuknya sekolah unggulan di setiap Kecamatan yang mulai dilaksanakan pada tahun 2010.
“Jadi, kita sudah merancang agar di setiap Kecamatan memiliki sekolah unggulan untuk tingkat SD yang teknis dan kriterianya sedang kita rancang. Dimana pembentukan sekolah unggulan ini merupakan anjuran Bupati Tapteng Drs Tuani Lumbantobing MSi dan juga dalam konsep Tapanuli Growth serta sesuai visi Dinas Pendidikan Tapteng, dimana Kabupaten Tapteng akan menjadi Pusat Keunggulan (Center Of Excelence),” pungkasnya.
Pemenang lomba mewarnai tingkat TK, juara I Trivany Halawa dari TK ST Don Bosko, juara II Elfrida Sinaga dari TK ST Melania, juara III Asri Yaldi Siregar dari TK Satu Atap Hajoran, harapan I Lia Tambunan TK Bunda Vietta, harapan II Yolanda L Tobing TK ST Lusia Pinangsori dan harapan III Azzahra Al-Waida TK Iqra Muslima NU Pandan.
Pemenang lomba melukis tingkat TK, juara I Martin Simanjuntak TK Sinar Melati Tapian Nauli, juara II Felica Raja Gukguk TK Don Bosko Pandan, juara III Ari Kaspari TK Negeri Pembina, harapan I Nurmawani TK ABA Sibuluan, harapan II Raihan Atthariq TK Muslimat NU Sorkam dan harapan III Nabila Nur Andini TK Islam Bina Ikhwan.
Pemenang lomba siswa berprestasi tingkat SD, juara I Anwar SD Negeri 153076 Pinangsori 5, juara II Irwansyah Halawa SD Negeri 152991 Mela II dan juara III Hotpierre SD Negeri 154507 Gonting Mahe. Lomba Olimpiade MIPA juara I IPA Jenni Karolina Gulo dari SD ST Fransiskus, juara I Matematika Andy Rizki SD ST Fransiskus, juara II IPA Goldem Marbun SDN 154511 Suga-suga 2, juara II Matematika Monika E Hasibuan SD Budi Mulya, juara III IPA Adriansyah Tumanggor SDN 158326 Bajamas 2, juara III Matematika Elsa Putri Ali SDN 158326 Bajamas 3.
Sedangkan lomba cerdas cermat tingkat SD/MI, juara I Kecamatan Tapian Nauli, juara II Kecamatan Sibabangun, juara III Kecamatan Pinangsori, harapan I Kecamatan Pandan, harapan II Kecamatan Barus dan harapan III Kecamatan Manduamas. (Jas)
Keterangan Foto
LOMBA KREATIVITAS ANAK
Sejumlah anak-anak TK tampak asyik sedang mewarnai lukisannya pada acara Lomba Kreativitas anak. (batakpos/Jason gultom)
Saprin Tanjung (46) warga Kelurahan Pandan, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, gosong tersengat arus listrik. Peristiwa naas ini terjadi, Jumat (14/8) sekira pukul 10.30WIB.
Menurut keterangan saksi mata yang melihat kejadian ini, Togi Simatuag (47) dan J Manik (42) yang dekat dengan tempat kejadian kepada BATAKPOS, Jumat (14/8) mengatakan, saat itu korban Saprin Tanjung sedang bekerja di Masjid Raya Padan, karena Masjid tersebut sedang tahap pembangunan menjadi dua lantai. Sementara jarak bangunan lantai II Masjid yang sedang dibangun sangat dekat dengan tiang listrik. Diperkirakan jaraknya sekitar 30 cm.
“Saat itu korban sedang bekerja di lantai II Masjid, karena Ia memang bagian tukang di sana. Sementara kondisi lantai bangunan saat itu sedang berair karena pagi harinya hujan turun. Mungkin karena ada yang harus dihancurkan dengan martil, korban pun memengang martil besar yang gagangnya terbuat dari besi,”katanya.
Disaat korban mengayunkan martilnya, lanjutnya, martil tersebut nyangkut ke kabel listrik sehingga kabel ikut terbawa dan nyangkut di leher korban. Korbanpun tergantung di kabel. Dalam menit, badan korban mengeluarkan api dan korban pun terjatuh. Namun korban masih beruntung, karena celana korban nyangkut di besi bangunan sehingga Ia tidak jatuh ke tanah. Melihat kejadian itu, teman korban yang sama-sama bekerja di Masjid langsung menolongnya ditambah lagi bantuan dari warga yang melihat kejadian tersebut,”kata Togi Simatupang.
Saat itu juga warga langsung melarikan korban ke RSUD Pandan. Beruntung nyawa korban masih dapat diselamatkan, namun sekujur tubuhnya hangus terbakar. Saat ini korban masih dirawat intensif di RSUD Pandan.
Sejumlah warga yang melihat kejadian itu mengaku bersyukur atas keselamatan korban, karena jarang sekali orang yang kena sengatan listrik bisa selamat. “Ini adalah mujizat dari Allah, mungkin karena korban bekerja di Masjid, sehingga korban tidak sampai meninggal dunia,”aku sejumlah warga.
Sementara itu menurut pengakuan istri korban, br Matondang, Ia sama sekali tidak tahu akan peristiwa yang menimpah suaminya. Barulah setelah warga memberitahukannya, ia baru tahu bahwa suaminya lepas dari maut. (Jas)
Keterangan Foto
Saprin Tanjung (46) warga Kelurahan Pandan saat mendapat perawatan dari tim Medis RSUD Pandan. Tubuh Saprin hangus karena tersengat arus listrik, disat bekerja di Masjid Raya Pandan, Jumat (14/8). (batakpos/Jason gultom)
Pemkab Tapteng Panen Padi Hibrida Tahap II di Desa Bona Lumban
Tapteng, BATAKPOS
Untuk kedua kalinya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, bersama masyarakat panen Padi Hybrida tahap II (Kedua) yang mampu menghasilkan 12,2 ton/ha di Desa Bona Lumban, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapteng, Kamis (13/8).
Dimana sebelumnya telah dilaksanakan panen Padi Hybrida tahap I (pertama) di pada 25 Maret 2009 lalu di Jalan CPA Kecamatan Badiri Kabupaten Tapteng dengan hasil 10 ton/ha.
Pada acara panen Padi Hybrida di Desa Bona Lumban ini, kelompok tani yang ada di Desa tersebut menyampaikan ikrar kesepakatan bersama mendukung Pemerintah untuk melanjutkan pertanaman Padi Hybrida. Selain itu, Bupati Tapteng Drs Tuani Lumban Tobing MSi, Waki Bupati Ir H MA Effendy Pohan MSi, investor dari Cina dan Malaysia beserta unsur muspida plus di ulosi warga setempat sebegai bentuk terima kasih dan penghargaan.
Dalam arahan dan bimbingan Bupati Tapteng Drs Tuani Lumban Tobing MSi mengatakan, dalam rangka sinergitas pembangunan dengan potensi yang ada serta adanya ahli teknologi di kawasan Hinterland, diharapkan Kabupaten Tapteng diharapkan dapat menjadi sentra pengolahan hasil pertanian.
“Sejalan dengan itu, masyarakat kabupaten Tapteng yang mayoritas sebagai petani mengharapkan peningkatan kesejahteraan melalui potensi alam dan teknologi yang sedang kita kembang. Dimana untuk strategi peningkatan produksi dan produktivitas tersebut, maka ditetapkan langkah-langkah antara lain, tepat varietes, tepat mutu, tepat volume, tepat waktu, tepat lokasi dan tepat harga,” jelasnya.
Menurutnya, keberhasilan sangatlah tergantung pada kesiapan masyarakat untuk menerapkan secara disiplin untuk mencapai target rencana tersebut. Disamping itu, harus dikawal dengan baik oleh petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL) dengan sungguh-sungguh penuh dedikasi dan tanggung jawab sebagai penyuluh dipundak para petani dan penyuluhlah letak keberhasilan pencapaian program.
“Salah satu dari 3 program pembangunan pertanian adalah program peningkatan pangan yang diwujudkan dalam bentuk pelaksanaan penggunaan teknologi tepat guna dan sarana produksi pertanian yang berteknologimaju seperti penggunaan benih unggul yang berproduksi tinggi,” katanya seraya berharap pada panen berikutnya target panen 15 ton/Ha.
Dijelaskannya, penanaman padi yang ada adalah hasil pertanaman padi dengan mengawinkan, mengkombinasikan antara teknologi Cina dengan Teknologi lokal di Desa Bona Lumban Kabupaten Tapteng ini. Dengan harapan perpaduan yang baik dan tepat antara teknologi Cina dan teknologi lokal tingkatkan produktivitas padi secara signifikan untuk mensejahterakan petani.
“Dengan perpaduan teknologi kedua teknologi tersebut, maka diharapkan setelah 118 hari sejak ditanam sampai panen saat ini dapat diperkirakan potensi produksi kurang lebih 18 ton/Ha. Dan di Desa Bona Lumban ini sudah dapat capai riel produksi 12,2 ton/Ha, terjadi peningkatan 2 ton/Ha bila dibandingkan pada panen Padi Hybrida tahap I di Kecamatan Badiri,” jelasnya seraya mengucapkan penghargaan yang besar kepada masyarakat petani.
Dikatakan, Pembangunan Pertanian adalah salah satu program strategi pembangunan Kabupaten Tapteng dalam kerangka Tapanuli Growth dari 17 komponen strategis lainnya. Untuk itu, pemerintah Kabupaten Tapteng berupaya untuk memberhasilkan pencapaian program strategis tersebut.
“Saya meminta kepada petani agar terus meningkatkan tekad, hasrat yang tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat yang harus dibarengi dengan kesiapan petani untuk menerima pembangunan, karena tanpa kesiapan akan mengakibatkan terkendalanya tujuan pembangunan. Akhirnya saya mengucapkan selamat kepada masyarakat Bona Lumban yang telah berhasil bertanam Padi Hybrida,” pungkasnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Tapteng dalam laporannya mengatakan, bahwa salah satu yang menjadi langkah operasional di sektor pertanian adalah terdukungnya pertanian dalam segala aspek. Hal ini diwujudkan melalui program pembangunan pertanian yang meliputi, peningkatan ketahanan pangan, peningkatan kesejahteraan petani dan pengembangan agribisnis.
“Perlu kami sampaikan bahwa hamparan yang akan dipanen ini adalah seluas 28,5 hektar dengan 156 petani pemilik lahan yang tergabung dalam 3 kelompok tani. Dan diharapkan panen perdana ini dapat memotivasi petani dalam mengembangkan sistem budidaya pertanaman padi yang tepat guna,” tukasnya.
Tutur memberikan kata sambutan, Camat Tukka Jalal Sihite BA, Hasva Pasaribu mewakili ketua DPRD Tapteng, Mr David mewakili investor dan dihadiri dari unsur muspida plus, pimpinan SKPD Pemkab Tapteng, para camat dan kepala Desa serta ratusan masyarakat. (Jas)
Keterangan Foto
PANEN PADI HYBRIDA DI TAPTENG
Bupati Tapteng, Drs Tuani Lumbantobing didampingi Kasrem, Investor asal Malaysia, Dandim, Muspida, saat memanen padi Hybrida di Desa Bona Lumban, Tukka. Panen kali ini menghasilakn 12,2 ton/ha (batakpos/Jason gultom)
Akibat Listrik Padam, 1 Unit Rumah di Sarudik Terbakar
Tapteng, BATAKPOS
Gara-gara listrik padam, satu unit rumah yang ditempati Jetro Hutagalung, di lingkungan VIII, kelurahan Sarudik, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara terbakar. Meski peristiwa yang terjadi Rabu (12/8) dini hari sekitar pukul 01.00 Wib tidak memakan korban jiwa, namun pemilik rumah mengalami kerugian puluhan juta sebab rumah dan seisinya hangus terbakar.
Informasi yang dihimpun BATAKPOS dari M Siahaan,57, selaku pemilik rumah, menjelaskan sekitar pukul 23.00 Wib lampu listrik PLN padam, warga terpaksa memasang lilin sebagai penerang. Namun naas, lilin lupa dimatikan, sehingga saat lilin mulai habis dan meleleh terkena ke tempatnya menyebabkan kebakaran dan api cepat menyambar barang – barang disekeliling bagian dapur.
Ketika api mulai membesar dan menjalar kata Siahaan, baru mereka terjaga dari tidurnya. Bahkan salah seorang anaknya Anwar, terpaksa melompat dari loteng ke bahagian bawah rumah dengan ketinggian sekira dua meter untuk menyelamatkan diri. ”Karena anak saya melompat dari atas untuk menyelamatkan diri, makanya kakinya sedikit agak terluka. Namun saat ini kondisi anak saya sudah mulai membaik,”tuturnya.
Lebih lanjut kata Siahaan, melihat api mulai membesar, sejumlah warga sempat was – was dan ketakutan bila api menjalar ke sekeliling rumah yang pemukiman sangat padat. Maka, untuk memadamkan api, sejumlah warga, bahu membahu bergotong royong memadamkan api. “Syukurlah, satu jam kemudian api dapat dipadamkan, berkat bantuan warga dengan menggunakan alat seadanya seperti ember dan lainnya. Namun api sempat menghanguskan bahagian loteng dan dapur ukuran sekira 3 x 5 meter beserta seluruh isinya dan kerugian diperkirakan puluhan juta,”pungkasnya.
Warga yang berdomisili di kawasan lingkungan VIII, Kelurahan Sarudik tersebut sebelumnya sangat menyesalkan lambannya kedatangan mobil pemadam yang akan memadamkan kobaran api. ”Kita menyesalkan lambannya kedatangan petugas mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian. Untung saja warga di sekitar sini termasuk kompak dan bergotong royong memadamkan api hingga padam. Kalau tidak, kawasan pemukiman padat penduduk ini akan terbakar semunya,”ujar S Tambunan dan N Nasution.
Ironisnya, imbuhnya, setelah api berhasil di padamkan warga, Mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Tapteng baru tiba di lokasi. Padahal jarak antara Pandan dengan lokasi kebakaran hanya sekira tiga kilometer.
Sekedar menginformasikan, kurun waktu beberapa bulan ini, arus listrik PLN ke rumah – rumah warga di Tapteng dan Sibolga kerap berjalan tidak normal atau sering padam. Kondisi pemadaman berlangsung tidak tentu terkadang 3 – 5 kali dalam sehari. Kondisi ini membuat warga kedua daerah sangat berang terlebih Pemko Sibolga, DPRD dan KNPI Sibolga yang sempat mengecam keras kondisi itu. (Jas)
Diduga akibat kecerobohan supir, sebuah mobil penumpang umum Simpati Taxi BK 1761 DU jurusan Sibolga-Medan, Rabu (12/8) pagi sekitar pukul 05.30 WIB, terjun bebas ke jurang dengan kedalam sekitar 20 meter. Kecelakaan yang terjadi di Km 10 Desa Simaninggir, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara ini mengakibatkan sejumlah penumpang mengalami luka-luka dan mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Ferdinan Lumban Tobing Sibolga.
Menurut informasi yang dihimpun BATAKPOS dilokasi, mobil penumpang tersebut datang dari arah Medan menuju ke kota Sibolga dengan membawa sebanyak 8 orang penumpang. Namun, ketika sampai di lokasi kejadian, si supir memberhentikan mobilnya karena ingin buang air kecil. Namun setelah supir meninggalkan mobil, tidak berapa lama kemudian mobil meluncur ke dalam jurang dan terjun setelah menerobos pembatas jalan.
M Siregar (70), salah seorang warga desa Sitahuis yang dimintai keterangannya mengatakan bahwa, peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 5.30 WIB. Dia mengetahui peristiwa itu setelah mendengar suara benturan yang cukup keras dan jeritan minta tolong yang diduga berasal dari penumpang taxi Simpati tersebut. ”Tadi pagi kami mendengar jeritan orang minta tolong, setelah sebelumnya kami mendengar suara benturan yang cukup keras,” katanya menerangkan. Dia menambahkan, bahwa kondisi jalan di sekitar daerah itu cukup rawan dan sering terjadi kecelakaan, seperti sebelumnya juga di km 7 daerah Sitahuis mobil penumpang taxi Simpati juga pernah jatuh dan mengakibatkan dua orang penumpangnya tewas ditempat. ”Ini masih agak lumayan karena ada pohon besar yang mengganjal mobil sehingga tidak meluncur jauh kebawah. Kalau tidak, kita tidak bisa membayangkan akibatnya,” katanya.
Sementara T Hutagalung (42), warga Hutabarangan, Sibolga Utara, paman dari salah seorang korban Seprima Pakpahan (23) mengatakan, bahwa kecelakaan itu diakibatkan oleh kelalaian si supir. Seharunysa, Dia (supir_red) tidak boleh memberhentikan kendaraannya di jalan yang menikung dan menurun seperti lokasi kejadian. ”Ini saya dengar dari keponakan saya sebelum dia tidak sadarkan diri,”katanya menirukan.
Hasil pantauan BATAKPOS di RSU FL Tobing Sibolga, ada dua penumpang yang menjalani perawatan yaitu, Seprima Pakpahan (23) warga Hutabarangan kecamatan Sibolga Utara yang mengalami benturan di kepala, dan Estina Panjaitan (49) warga Pondok Batu, Kecamatan Sarudik, Tapanuli Tengah yang mengalami patah tangan disebelah kiri.
Kapolres Tapteng AKBP Drs Reynhard Silitonga SH ketika dikonfirmasi melalui Kasat Lantas AKP Indra Warman membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya sejauh ini pihaknya masih melakukan pengembangan dan penyelidikan atas penyebab kecelakaan mobil taxi tersebut. “Supir mobil sudah diamankan, dan kita belum dapat menyimpulkan apa penyebab kejadian tersebut,”jelasnya.
Kini mobil Simpati naas itu sudah berhasil diangkat dari dasar jurang dengan menggunakan mobil derek. (Jas)
Keterangan Foto
MASUK JURANG
Mobil Taxi Simpati jurusan Sibolga-Medan masuk jurang dengan kedalaman sekitar 20 meter, Rabu pagi (12/8). dan korbannya saat dirawat di RSUD FL Tobing Sibolga.(Batakpos/jason gultom)
YCI Anugrahkan Citra Abdi Nusa 2009 Kepada Drs Marhite Rumapea
Tapteng, BATAKPOS
Yayasan Citra Insani (YCI) menganugrahkan penghargaan kepada Drs Marhite Rumapea atas partisipasi dan sumbangsihnya kepada Negera Republik Indonesia. Penyerahan penghargaan ini dilangsungkan di Friendly Room Hotel Harris Tebet Jakarta, yang diserahka langsung oleh Asisten Deputi Pelayanan Publik Kantor Menpan, Drs Mohammad Rusdi, Sabtu kemarin, (8/8).
Yayasan Citra Insani adalah yayasan yang bergerak di bidang sosial dan peningkatakan sumber daya manusia. Dan dalam rangka HUTRI ke 64 ini, YCI memberikan penghargaan kepada para pejabat pemerintah/swasta dan lembaga yang telah banyak memberikan sumbangsihnya kepada Negera Republik Indonesia.
Ada pun dasar penilian adalah pejabat pemerintah/swasta atau tokoh masyarakat yang telah direfrensikan. Selain itu, telah memberikan sumbangsihnya di bidang pembangunan baik fisikmaupun non fisik, serta dapat menjadi panutan bagi masyrakat baik di wilayahnya maupun di bumi nusantara.
Sementara itu menurut Drs Marhite Rumapea yang juga sebagai Kadis Pendidikan Tapanuli Tengah, (Tapteng) Sumatera Utara, mengaku kaget dan bersyukur atas penghargaan tersebut. Menurutnya masih banyak yang lebih pantas menerima penghargaan tersebut, namun karena tim yang sudah memutuskan Ia pun bersyukur
“Penghargaan ini menjadi beban bagi saya, karena saya harus mempetahankan kepercayaan yang sudah diberikan oleh YCI. Diatas semuanya itu saya bersyukur atas kepercayaan dan penilaian yang diberikan YCI, walau pun masih banyak yang lebih layak menerima penghargaan ini. Namun karena ini sudah merupakan keputusan dan penilaian juri saya merasa terharu sekaligus memiliki beban,”akunya kepada BATAKPO, Selasa (11/8) di ruang kerjanya.
Selain Drs Marthite Rumapea, sebanyak 19 orang pejabat atau tokoh masyarakat se Indonesia turut menerima penghargaan tersebut. (Jas)
Keterangan Foto:
Drs Marhite Rumapea saat menerima penghargaan dari YCI Citra Abdi Nusa 2009 di Jakarta. (batakpos/Jason gultom)
Pengurus Cabang 0211 FKPPI Tapanuli Tengah dilantik di aula Kodim 0211/TT di Jalan Sisingamangaraja Sibolga Senin malam (10/8) sekira pukul 20.00 WIB. Pelantikan tersebut dilakukan secara langsung oleh Ketua Pengurus Daerah (PD) II FKPPI Sumatera Utara, H Helmi Hasballah dihadapan Dandim 0211/Tapanuli Tengah, Letkol Inf. M Ritonga yang diwakili Kasdim 0211/TT, Mayor Inf. BML Nababan selaku pembina FKPPI di Tapanuli Tengah.
Ketua PD II FKPPI H Helmy Hasballah dalam kesempatan itu meminta seluruh pengurus memahami pelantikan merupakan amanah dari Munas (Musyawarah Nasional) FKPPI, untuk melakukan konsolidasi organisasi dengan menjalankan program kerja FKPPI secara keseluruhan. Salah satunya, menjauhkan anggota FKPPI dan asrama TNI dari bahaya narkoba. Dia juga mengajak agar pengurus cabang yang baru dilantik menggairahkan kembali FKKPI yang akhir-akhir ini cenderung mengalami kevakuman. ”Organisasi ini, ibarat rumah bagi kita, untuk senantiasa berkumpul bersama-sama, memikirkan apa yang harus kita lakukan untuk bangsa ini,” ujar Helmi Hasballah.
Sedangkan Dandim 0211/Tapanuli Tengah Letkol Inf. M Ritonga saat menyampaikan bimbingan dan arahan yang dibacakan Kasdim 0211/TT, Mayor Inf BML Nababan meminta komitmen kuat seluruh KBT (Keluarga Besar TNI) termasuk FKPPI. Dandim 0211/Tapanuli Tengah Letkol Inf. M Ritonga berharap FKPPI selaku organisasi kemasyarakatan harus benar-benar memiliki visi dan misi memperjuangkan masyarakat. termasuk bisa sinkron dengan Kodim 0211/Tapanuli Tengah, terutama mengenai program-program yang dilaksanakan TNI kepada masyarakat.
Wakil Bupati Tapanuli Tengah, Ir H MA.Effendy Pohan MSi dalam sambutannya menyampaikan bahwa di dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, pemuda selalu menempati peran yang sangat strategis dari setiap peristiwa penting yang terjadi di persada nusantara ini. Memang pada mulanya kelompok-kelompok perjuangan kaum muda itu terbentuk berdasarkan kepentingan lokal, namun dalam perkembangannya lokalisme dan regionalisme justeru berkembang menjadi satu kesatuan sebagaimana yang digambarkan dalam organisasi sosial yang menggunakan nama Pemuda Indonesia, kata Ir H MA Effendy Pohan MSi.
Sementara itu, Ketua PC 0211 FKPPI Tapanuli Tengah yang baru dilantik, ME Surbakti SP dalam sambutannya mengatakan FKPPI ini merupakan sebuah wadah tempat berhimpunnya putra putri TNI. Sangat diharapkan, wadah FKPPI ini merupakan tim tank seluruh keluarga besar FKPPI yang terdiri dari Generasi Muda. “Saya harapkan, ormas ini dapat mendinamisir kegiatan seluruh keluarga besar FKPPI, bersama ormas yang berada di bawah FKPPI. Sehingga sasaran maupun program yang ingin dicapai dapat dicapai dengan hasil yang maksimal,” ujarnya.
Tampak dalam acara pelantikan tersebut, Danlanal Sibolga, Ketua PC FKPPI kota Sibolga, Drs Benyamin Tarigan, Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Tapanuli Tengah, Imam Syafii Simatupang dan Paduan Suara SMA HKBP Sibolga yang mengisi acara selama pelantikan berlangsung. (Jas)
DPRD Minta Wali Kota Sibolga Jadi Irup HUT KemerdekaanRI
Sibolga, BATAKPOS
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sibolga dengan tegas meminta agar Wali Kota Sibolga Drs. Sahat P Panggabean menjadi inspektur upacara (Irup) HUT Kemerdekaan RI ke–64 tepat 17 Agustus 2009 nanti yang dipusatkan di lapangan Simaremare Kota Sibolga. Hal ini sebagai pembuktian kepada masyarakat bahwa Wali Kota Sibolga benar-benar sudah sehat.
Pernyataan ini ditegaskan Ketua DPRD Sibolga Syahlul Umur Situmeang kepada wartawan di gedung dewan, Selasa (11/8) menyikapi isu yang berkembang di tengah masyarakat bahwa Wali Kota Sibolga Drs. Sahat P Panggabean belum sepenuhnya sehat dan beraktifitas mengemban tugasnya.
“Seperti biasanya, Wali Kota bertugas sebagai inspektur upacara HUT KemerdekaanRI, sementara Ketua DPRD membacakan teks Proklamasi pada saat detik-detik Kemerdekaan Republik Indonesia. Kita (DPRD-red) minta agar Pak Sahat Panggabean melakukan hal tersebut, sehingga isu yang berkembang di tengah masyarakat terjawab secara arif,” tegas Syahlul Situmeang.
Sebab, lanjut politisi asal partai Golkar ini, Wali Kota Sibolga Sahat P Panggabean saat ini sudah aktif bertugas. “Bila tidak, maka pengaktifan kembali Walikota Sibolga tersebut sesuai pemberitaan di sejumlah media massa, tidak benar. Dan ini perlu disikapi bersama sehingga roda pemerintahan benar-benar berjalan efektif,” tuturnya.
Disinggung bila hal tersebut tidak dipenuhi Walikota Sibolga, Ketua DPRD Sibolga menjawab, bahwa isu yang berkembang tersebut berarti benar adanya. “DPRD sendiri telah membentuk tim kordinasi dengan Gubernur Sumut guna meninta petunjuk terkait ketidak hadiran Walikota Sibolga selama kurang lebih 6 bulan, terlebih ketika sidang Paripurna dewan dilaksanakan. Inikan perlu dicermati,” tegas Syahlul lagi.
Sementara itu Informasi yang diperoleh wartawan di gedung dewan, tim kordinasi yang dibentuk DPRD melalui lintas fraksi akan bertolak ke Kegubernuran di Medan, Selasa (11/8) malam. Hal ini dilakukan untuk meminta Gubernur Sumatera Utara H. Syamsul Arifin, SE sesegera mungkin membentuk tim kesehatan yang bersifat independen dari unsur Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk memeriksa kesehatan Walikota Sibolga, apakah benar telah sehat atau tidak. (Jas)
SMPN 1 Sibolga Layak Sebagai Sekolah Berstandart Internasional
Sibolga, BATAKPOS
SMP Negeri 1 Sibolga berdasarkan veripikasi Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah pada bulan Mei yang lalu di Sibolga sudah selayaknya menjadi Sekolah Berstandar Nasional. Karena hanya SMPN 1 Sibolga yang lolos berhak mengikuti program Sekolah Standar Nasional. Demikian diungkapkan Kepala Sekolah SMPN 1 Sibolga, Drs Surung Panggabean dihadapan orangtua murid dan komite sekolah SMPN 1 Sibolga saat mensosialisasikan hasil pelatihan Sekolah Standar Nasional di Pekan Baru yang dilaksanakan pada tanggal 27-31 Juli yang lalu, Senin (10/8).
Pada dua tahun yang lewat beberapa SMP di kota Sibolga telah mendapat pembinaan Rintisan Sekolah Standar Nasional (RSSN) yaitu SMP Negeri 1 Sibolga, SMP Negeri 2 Sibolga, SMP Negeri 3 Sibolga, dan SMP Swasta Fatima Sibolga. Pada bulan Mei 2009, Tim Verifikasi dan Penilai Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah datang ke Sibolga untuk memverifikasi dan menilai keempat Sekolah ini dalam pelaksanaan Rintisan SSN yang dilaksanakan sekolah masing masing dan ternyata hanya SMP N 1 Sibolga yang lolos dan berhak mengikuti program Sekolah Standar Nasional (SSN), jelas Kepala Sekolah.
”Perlu kami jelaskan jenjang tingkatan sekolah berkwalitas Program Pemerintah, UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional pasal 35, maupun dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) harus memenuhi 8 Standar yaitu Standar Kompetensi, Standar Isi, Standar Proses, Standar Sarana Prasarana, Standar Tenaga Pendidikan dan Kependidikan,Standar Manajemen, Standar Pembiayaan, Standar Penilaian,” paparnya.
Dijelaskannya, jenjang atau tingkatan kwalitas pendidikan nasional adalah Sekolah Potensial, yaitu sekolah yang masih banyak kekurangannya untuk memenuhi 8 standar pendidikan dan kemudian sekolah ini dibina menjadi Rintisan Sekolah Standar Nasional dengan mendapat dana sebanyak seratus juta rupiah. ”Sekolah Standar Nasional (SSN) yaitu sekolah yang sudah memenuhi 8 standar pendidikan, terutama proses pembelajaran, tenaga guru harus S-1 maupun mengoperasikan ICT (Computer, Laptop, Infokus) dan mampu berbahasa Inggris. Sarana dan Prasarana, ada perpustakaan, ada laboratorium IPA, ada laboratorium computer dan lapangan pembinaan pramuka, pembinaan upacara Nasional, serta mempunyai keunggulan lokal dan Sekolah persiapkan SSN ini mendapat dana pembinaan dari APBN sebayak seratus juta rupiah,”katany.
Masih menurut penjelasan Drs Surung Panggabean, bahwa di atas Sekolah Standar Nasional masih ada yaitu Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) dan bahasa pengantar pembelajaran menggunakan ICT (ruang belajar serba elekronik) dan mengadopsi kurikulum berstandar Internasional yang dibuat Organization for Economi Co- Operation and Development (OECD).
”Lulusan Sekolah Betaraf Internasional ini mempunyai dua Ijazah, satu Ijazah Nasional dan satu lagi Ijazah Internasional. Jadi, setelah ini kita harus berusaha mencapai Sekolah Internasional dan semua pihak diharapkan berperan aktif untuk mendukung pelaksanaan program. Terutama yang berkemampuan ekonomi, kerena untuk mencapai pendidikan yang bermutu banyak hal yang harus kita benahi,” katanya mengakhiri. (Jas)
Keterangan Foto
SEKOLAH STANDART INTERNAIONAL
Kepala Sekolah SMP Negeri Sibolga, Drs Surung Panggabean saat memaparkan tata cara dan kelayakan sebuha sekolah yang standart Internasional (batakpos/jason gultom)
Deputri Gubernur BI Triwulan IIIPerekonomian Indonesia Tumbuh 3-4 % Sibolga, BATAKPOS
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ardhayadi M mengungkapkan, menggeliatnya perekonomian global, terutama di sejumlah negara emerging Asia telah mendorong peningkatan kinerja perekonomian negara kawasan, termasuk Indonesia.
“Bahkan berdasarkan beberapa indikator, laju ekspansi ekonomi Indonesia pada triwulan III 2009 ini berpotensi tumbuh lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya hingga mencapai 3,5-4,0 %, terutama didukung membaiknya pengeluaran konsumsi rumah tangga dan ekspor,” ungkap Ardhayadi M pada acara serah terima jabatan (sertijab) Pemimpin Bank Indonesia (PBI) Sibolga dari Androecia Darwis kepada Muhamad Nur, Senin (10/8) di Graha Aulia BI Sibolga.
Sejalan dengan itu, stabilitas nilai tukar rupiah pada Juli 2009 juga masih tetap terjaga, di mana kurs telah kembali berada di bawah level Rp 9.900/USD. Secara fundamental hal tersebut didukung surplus transaksi berjalan, imbal hasil rupiah yang menarik, risiko yang membaik, serta cadangan devisa yang memadai.
Selain itu, penyaluran kredit perbankan juga mulai menunjukkan perbaikan seiring respon suku bunga perbankan terhadap penurunan BI Rate, kendatipun masih sangat lambat akibat masih rendahnya permintaan kredit terkait rendahnya kegiatan investasi. Sementara disisi mikro, industri perbankan kondisinya relatif stabil yang tercermin dari terjaganya NPL dibawah 5 %.
“Hal ini merupakan fundamental industri perbankan yang kuat karena tidak hanya sebagai alat transmisi yang efektif bagi kebijakan moneter, tetapi juga sebagai penyedia dana bagi pembangunan nasional maupun daerah. Maka itu, kita juga berharap penyaluran kredit terus meningkat seiring dengan semakin kondusifnya sektor riil ke depan, terutama penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan kredit UMKM, mengingat kredit jenis ini sangat penting artinya bagi masyarakat kecil untuk terus bertahan dan mengembangkan usahanya,” bebernya.
Pada Rabu (5/8) minggu lalu, lanjutnya, BI telah menurunkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 6,50 % melalui keputusan rapat dewan Gubernur BI, bahwa tren penurunan inflasi masih berlanjut seiring terbatasnya permintaan domestik dan terus menurunnya ekspektasi inflasi. Namun demikian, BI telah mencermati munculnya tekanan inflasi pada 2010 mendatang akibat peningkatan permintaan domestik dan kenaikan harga komoditas di pasar internasional. Dalam konteks itu, kebijakan moneter ke depan akan diarahkan untuk lebih antisipatif, sehingga sasaran inflasi sekitar 5 % di tahun 2010 dapat dicapai.
“Sejalan dengan kondisi sarana dan prasarana transportasi saat ini, maka pengendalian laju inflasi di Sibolga selalu menjadi tantangan. Buktinya, pada Juli 2009, terjadi inflasi sebesar 0,97 % (mtm) atau hampir sama dengan rata-rata kota di Sumatera Utara (Sumut) sebesar 0,96 %, namun lebih besar dari inflasi nasional sebesar 0,45 %,” sebutnya seraya mengharapkan, Pemimpin BI Sibolga yang baru, Muhamad Nur untuk meningkatkan peranan jajaran perbankan di wilayah kerjanya dalam mendorong kegiatan para pengusaha yang bergerak di berbagai bidang potensial dengan memanfaatkan kapasitas produksi dan besarnya permintaan disertai konsep kemitraan jangka panjang. (Jas)
Keterangan foto :
SUMPAH : Deputi Gubernur BI, Ardhayadi M saat mengambil sumpah jabatan PBI Sibolga yang baru, Muhamad Nur pada acara sertijab PBI Sibolga, Senin, 10 Agustus 2009, di Graha Aulia BI Sibolga. (batakpos/Jason gultom)
Kalau Densus 88 Polri berhasil mengamankan komplotan teroris Noordin M Top di Temanggung Jawa Tengah, Sabtu (8/8), Lanal Sibolga juga berhasil mengamankan sebanyak 31biji bom siap ledak beserta puluhan kilo bahan peledak di perairan Sibolga, Sumatera Utara, Sabtu (8/8).
Tertangkapnya para pelaku dan perakit bom siap ledak ini berkat hasil patroli rutin yang dilaksanakan Patroli keamanan laut (Patkamla) Lantamal II Sibolga di wilayah perairan Sibolga. Dari hasil patroli ini, Lanal Sibolga menangkap satu unit kapal nelayana KM Doa Bersama yang membawa 31 biji bom rakitan siap ledak dan puluhan kilo bahan peledak, serta 6 orang ABK (Anak buah kapal).
Hal itu disampaikan Danlantamal Sibolga, Letkol Laut (P) Tedjo Sukmono saat dikonfirmasi BATAKPOS diruangan kerjanya, Sabtu (8/8). Menurutnya, disaat anggotanya melaksanakan patroli rutin di perairan Sibolga, mereka melihat sebuah kapal nelayan yang berlayar tanpa penerangan mendekati sebuah speed boat di sekitar perairan pulau Situngkus yang jaraknya sekitar 5 mil dari perairan Sibolga. Hal ini menimbulkan kecurigaan bagi anggota, karena biasanya jika ada kapal yang demikian pasti sedang terjadi transfer sesuatu.
”Setelah anggota melihat hal itu, tim patroli pun menyusun strategi. Dan betul saja, tidak berapa lama kemudian kapal speed boat itu segera pergi, dan anggota pun segera melakukan pengejaran terhadap kapal motor Doa Bersama,”terangnya.
Setelah dilakukan pengejaran, akhirnya KM Doa Bersama berhasil dihentikan dan langsung digeledah. Dari hasil pemeriksaan, di dalam kapal ditemukan sebanyak 6 orang ABK, masing-masing JS (54) sebagai Nahkoda kapal, FS (33), AN (20), GS (30), RW (38), IS (23), beserta barang bukti berupa, satu jenis kompresor, 31 buah botol yang telah berisi campuran bahan peledak siap pakai, 32 buah sumbu peledak, 3 buah botol Aqua besar berisikan bahan peledak yang telah dicampur belerang, belerang sekitar 6,5 kilogram, 2 gulung selang alat untuk pernafasan, 1 buah kompas, 1 buah CBS, 2 buah kacamata selam, satu liter cat perak, pelampung plastik, dan satu buah sampan kecil. ”Dalam penyergapn itu nakhoda kapal Doa Bersama beserta lima ABK nya terlihat pasrah tanpa melakukan perlawanan apapun. Sementara pemilik kapal serta penyandang dana untuk kapal bom ini masih dalam pengejaran tim Angkatan Laut Sibolga,”katanya.
Jika dilihat dari jenis bom tersebut lanjut Danlantamal, kemungkinan para pelaku adalah penangkap ikan yang menggunakan bahan peledak untuk menggambil ikan. Karena bahan dan jenis peledak yang mereka gunakan adalah jenis bom untuk ikan.
Kini para tersangka beserta barang bukti diamankan di Pangkalan TNI AL Sibolga. Sementara para tersangka dikenakan pasal 84 junto Undang-undang Perikanan, dan Pasal 53 ayat (1) KUHP Pidana. ”Sesuai dengan pasal 84, seluruh ABK yang terlibat dipidana paling lama 6 tahun dan denda paling banyak 1,2 milyar rupiah,” tegasnya. (Jas)
Keterangan Foto
DITANGKAP
Patroli keamanan laut (Patkamla) Lantamal II saat menyergap kapal motor pembawa bahan peledak yang siap ledak di perairan sibolga. (batakpos/jason gultom)
Deputi Gubernur Bank Indonesi Bantu Kelas Internasional SMP Negeri 3 Sibolga
Sibolga, BATAKPOS
Deputi Gubenur Bank Indonesia, Ardhayadi M, hadiri langsung acara Launching siswa kelas Internasional SMP Negeri 3 Sibolga, Minggu (9/8). Kehadiran Deputi Gubenur BI ini untuk menyerahkan bantuan kepada SMP 3 Sibolga yang sudah memiliki siswa kelas Internasional.
SMP Negeri 3 Sibolga adalah satu-satunya SMP yang memiliki kelas Internasional di Kota Sibolga. Hal ini tidak terlepas dari dukungan para orangtua murid, komite sekolah dan kerja keras Kepala Sekolahnya M.Yazid. Menurut M Yazid, adanya dana bantuan yang diberikan oleh Bank Indonesia ini bersumber dari Corporate social responsibility (CSR) Bank Indonesia.
“Dana ini lah yang kita lirik melalui upaya dan pendekatan serta permohonan kepada Bank Indonesia, karena dana CSR tersebut memang sengaja diposkan untuk membantu masyarakat atau dana sosial. Allham dulillah permohan dan pendekatan yang kita lakukan direspon pihak Bank Indonsia. Tidak tangung-tanggung, Deputi Gubernur BI, Bapak Ardhayadi M yang langsung turun menyerahkan dana tersebut ke sekolah kita ini. Ini adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi sekolah kita ini,’katanya.
Lebih jauh diungkapnya, bahwa adanya rencana kelas Internasional ini berasal dari sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. Dan hal itu yang memacunya untuk diskusi dengan orangtua murid dan juga komite sekolah. Berangkat dari semangat kebersamaan itu, terwujudlah impian tersebut dengan hadirnya dana bantuan dari Bank Indonesia untuk kelas Internasional.
Ada pun jumlah siswa kelas Internasional ini sebanyak 35 siswa yang keseluruhannya siswa kelas satu. Para siswa kelas Internasional ini akan belajar di ruangan yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan ruangan AC, ditambah lagi dengan bahasa pengantar Bahasa Inggris. “Jadi dana yang kita terima sebesar Rp20juta ini akan kita gunakan untuk melengkapi mobiler kelas Internasional ini. Sedangkan untuk program selanjutnya, kita menghadirkan guru bahasa asing di sekolah ini sekaligus memberikan pembelajaran juga bagi guru-guru kita,”terangnya.
Sementara itu Deputi Gubernur BI dalam sambutannya mengatakan, cukup bangga dengan terobosan yang dilakukan oleh SMP Negeri 3 Sibolga. Hendaknya perhatian dan bantuan yang diberikan oleh BI dapat diikuti oleh perbankan yang lain, khususnya yang ada di Kota Sibolga ini. “Mudah-mudahan dengan adanya kelas Internasional yang pertama ini dapat ditiru oleh sekolah-sekolah lain yang ada di Kota Sibolga ini khususnya wilayah Tapanuli. Karena dengan meningkatkan mutu pendidikanlah kita dapat bersaing,”katanya.
Ditambahkannya, di Bank Indonesia sendiri banyak putra-putri Tapanuli yang menjadi pemimpin, diantaranya Aulia Pohan, Bunbun Hutapea, Miranda Gueltom, Darmin Nasution dan masih banyak lagi orang kita Tapanuli. “Harapan saya, dari sekolah ini nantinya akan muncul penerus dan pengganti para putra-putri Tapanuli di Bank Indonesia,”tandasnya.
Pada kesempatan itu juga, Deputi Gubernur BI menyematkan secara simbolis topi kepada siswa kelas Internasional sebagai pertanda dilaunchingnya kelas Internasional milik SMP Negeri 3 Sibolga.
Hadir dalam acara ini Pemimpin BI Sibolga Androcia Darwis, rombongan Deputi Gubernur BI Jakarta, yang mewakili Walik Wali Kota, Kadis Pendidikan Sibolga, para orangtua murid, dan juga undangan. Diakhir acara, Deputi Gubernur BI beserta Pemimpin BI Sibolga menerima ulos dari keluarga besar dan komite serta dewan pendidikan SMP Negeri 3 Sibolga. (Jas)
KELAS INTERNASIONAL
Deputi Gubernur BI Ardhayadi M saat menyematkan Topi kepada siswa kelas Internasional SMP Negeri 3 Sibolga, Minggu (9/8). (batakpos/jason gultom)
Politikus di Sibolga Ingatkan PNS "Jaga Jarak" di Pilkada 2010
Sibolga, BATAKPOS
Kalangan politikus di negeri berbilang kaum Kota Sibolga Nauli mengingatkan para PNS di lingkungan Pemko Sibolga agar “jaga jarak” dalam suksesi Pilkada 2010 mendatang mengingat rentan waktu yang masih jauh dan kapasitas PNS yang dituntut netral sebagai aparatur negara.
Demikian peringatan yang disampaikan mantan anggota DPRD Kota Sibolga periode 1999-2004 Binsar Simatupang saat wawancara dengan wartawan, Minggu (9/8) di Sibolga. Ia merasakan tindakan sejumlah PNS yang tergolong “Pamong” di lingkungan Pemko Sibolga sudah melebihi batas kenetralan dalam suksesi Pilkada Wali Kota 2010 mendatang. Dan hal ini dikawatirkan akan memicu perpecahan di kalangan PNS itu sendiri sehingga dikawatirkan keadaan itu akan memberi imbas ke tengah masyarakat.
“Pelaksanaan Pilkada masih lama, tetapi tindakan pamong-pamong itu sudah saya rasakan dan menyimpang dari azas netralitas PNS dan ini sudah menyalahi UU,” sebut dia seraya menyarankan PNS agar menyalurkan bakatnya sebagai tim sukses cukup di dalam bilik saja dengan tetap menganut azas Luber (langsung, umum bebas dan rahasia) Menurutnya, Sekda harus jeli dengan kondisi ini dan segera memberi aba-aba agar kembali ke jalan yang benar. “Saya tidak menyangkal bila mana dikatakan gerakan kearah suksesi Pilkada 2010 saat ini sudah mulai terlihat dan sejumlah nama-nama kandidat juga sudah mulai bermunculan,” katanya seraya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap mengedapankan kebersamaan dan kekondusifan daerah. (Jas)
Pemko Kota Sibolga mengusulkan ke Gubsu di Pempropsu sebanyak 3 kandidat calon Sekda Kota Sibolga untuk mengantikan Sekda Drs H Dahwir Nasution yang memasuki masa pensiun akhir bulan Agustus ini. Hal itu disampaikan Wakil Walikota H Afifi Lubis SH saat membacakan nota Jawaban Wali Kota pada Rapat Paripurna DPRD baru-baru ini
Sayangnya, Afifi tidak merincikan ketiga nama kandidat tersebut, melainkan hanya menguraikan proses administrasi pengajuan kandidat yang dimulai dari seleksi di Baperjakat untuk diserahkan ke Wali Kota dan selanjutkan diajukan ke Gubsu.
“Kandidat yang diajukan diseleksi oleh Baperjakat sesuai dengan kepangkatan dan persyaratan lainnya dan ditemukan 3 kandidat yang selanjutnya diusulkan ke Gubsu,” katanya. Sidang dipimpin Ketua DPRD dan dihadiri unsur Muspida, pimpinan SKPD di lingkungan Pemko Sibolga dan undangan lainnya.Usai persidangan, Afifi yang sempat ditanyai wartawan perihal nama-nama kandidat Sekda tersebut belum bersedia menjawab. Orang nomor dua di Pemko Sibolga hanya tersenyum seraya mengatakan nanti lah. Sementara itu, informasi yang diperoleh wartawan dari kalangan PNS di lingkungan Pemko Sibolga menyebutkan sejumlah nama-nama pejabat yang telah diajukan sebagai kandidat Sekda diantaranya, Assisten I Drs H Syaiful B Hasibuan, Assisten II Marhala Manik dan Kadis Pendapat dan Asset Daerah Soritua Hasibuan. (Jas)
Lagi, Gelombang Besar Terjadi di Laut Sibolga Sejumlah Kapal Penumpang Kembali ke Pelabuhan Sibolga, BATAKPOS
Cuaca buruk dan tingginya gelombang air laut terjadi kembali di perairan pantai Barat Sumatera Utara. Setelah Rabu kemarin (5/8) gelombang laut menenggelamkan KM Merpati Indah dan menghantam KM Samudra yang menewaskan 1orang AKB, Jumat pagi (7/8) gelombang iar laut kembali naik. Tingginya diperkirakan 3-4 meter. Akibatnya, sejumlah kapal yang sempat diberikan izin berlayar terpaksa kembali kepangkalan pelabuhan Sibolga.
Demikian informasi yang berhasil dihimpun BATAKPOS dari sejumlah penumpang kapal motor tujuan Gunung Sitoli di pelabuhan Sibolga Sambas, Jum’at sore (7/8).
Ama Linggom Zendrato (55) salah seorang penumpang kapal jumbo Mv Mikonata 01 mengatakan, sangat kecewa dengan keadaan tersebut, namun dia tidak bias berbuat apa-apa dengan keadaan itu. “Sebenarnya kami sudah berangkat tadi pagi sekira pukul 10.00WIB, namun sesampainya di tengah laut ternyata badai sangat besar dengan ketinggian sekira 3-4 meter,”terangnya.
Hal senada juga disampaikan F. Teulambanua, warga Gomo yang juga mengalami nasib sama dengan penumpang lainnya. Namun nasib Teulambanua lebih tragis karena sudah kehabisan uang, sementara kapal belum ada yang berani berlayar sebab cuaca buruk. “Kalau hari ini kapal tidak berangkat juga tidak tahu lagi saya. Saya kehabisan dana sebab dua hari di pelabuhan Sibolga ini terkatung-katung,”kesalnya.
Hal itu juga turut dibenarkan oleh Ronald Simamora selaku Kepala Operasional Mv Mikonata 01. Menurutnya, Jumat pagi (7/8) mereka sudah berangkat dari Sibolga menuju Gunung Sitoli dengan jumlah penumpang sekitar 70 orang. Namun baru sekitar 30mil dari Pelabuhan Sibolga atau dekat Pulau Mursala, badai datang dengan ketinggian antara 3-4 meter. Melihat tingginya ombak, mereka pun memutuskan untuk balik arah ke Sibolga saat itu juga.
“Memang kita tidak bisa memprediksi gelombang air laut, karena semalam Kamis (6/8) kami sudah berangkat ke Gunung Sitoli dengan posisi aman, dan kembali ke Sibolga. Sesuai dengan rencana tapi padi Jumat (7/8) kami mau berangkat lagi, namun sesampainya di sekitar pulau Mursala, ombak dan badai datang, kami pun terpaksa balik arah karena badai tidak mungkin untuk ditembus dan juga demi keselamatan penumpang,”teragnya. (Jas)
KEMBALI KE PANGKALAN
Sejumlah Kapal Penumpang tujuan Sibolga-Gunung Sitoli terpaksa kembali ke pangkalan Pelabuhan Sibolga karena tingginya gelombang luat dan badai yang terjadi di perairan Mursala. (batakpos/Jason gultom)
ABK KM Samudra Yang Hilang Ditemukan Sudah Meninggal Dunia Sibolga, BATAKPOS
Deru ombak di bibir pantai Pelabuhan Sibolga Jumat sore (7/8) seakan ikut menagis menyambut jenazah Victor Purba (43) Anak buah kapal (ABK) KM Samudra yang terlempat ke laut akibat kapal yang ditumpanginya dihantam badai di perairan Situngkus-Poncan Gadang, Sibolga Rabu kemarin. Rasa haru masyarakat dan juga pihak keluarga tidak terbendung ketika jenazah korban diangkat dari kapal nelayan menuju Ambulance yang sudah siagakan di pelabuhan.
Kabar hilangnya Victor Purba warga Ketapangan, Kelurahan Sibolga Ilir, Sumatera Utara ini menjadi pembicaraan hangat bagi warga Sibolga, khususnya para nelayan yang saban hari harus berhadapan dengan deru ombak di laut demi mengidupi anak dan keluarga mereka. Sebagai bentuk solidaritas para nelayan, mereka pun turut melakukan pencairan mulai Rabu kemarin bersama denganTim SAR (Pol Air, TNI, KPLP dan nelayan).
Menurut keterangan Kapolres Kota Sibolga melalui Kasatpol Air, Iptu Bakharuddin kepada BATAKPOS, Jumat (7/8) di pelabuhan Sibolga Sambas mengatakan, mayat ditemukan sekitar pukul 14.30WIB di lokasi jatuhnya korban yakni antara perairan Situngkus-Poncan Gadang dengan posisi terapung.
”Sejak kita menerima laporan adanya ABK yang hilang, kita langsung melakukan pencarian, namun karena kondisi cuaca yang masih buruk kemarin, kita terpaksa menghentikan pencarian dan dilanjutkan hari ini. Beruntung mayat korban berhasil ditemukan oleh Tim SAR sore tadi dan langsung kita beritahukan kepada pihak keluarga almarhum,”jelasnya.
Hasil amatan BATAKPOS, kondisi mayat sudah mulai membusuk dan mengeluarkan bau tidak sedap. Sementara posisi mayat ketika dibawa dari laut dalam kondisi terbungkus plastik. Setibanya di Pelabuhan Sambasa Sibolga, mayat langsung dibawa ke RSUD FL Tobing untuk divisum.
Sementara itu menurut penjelasan Abang korban, BS Purba (67) warga Desa Lopian Kecamatan Badiri, mengatakan, bahwa jenazah korban akan dititipkan di RSUD FL Tobing, mengingat kodisinya yang sudah mulai membusuk dan sudah mengeluarkan bau tidak sedap.
“Jadi setelah kami rembuk dengan keluarga, kita sepakati agar jenazah korban dititipkan saja di RSUD FL Tobing, karena kondisi jenazah yang sudah mengeluarkan bau tidak sedap. Sedangkan malam ini kami akan melaksanakan proses adat (Martonggo Raja). Dan sesuai dengan rencana hari Sabtu (8/8) proses pemakaman akan dilaksanakan di Pekuburan Pentakosta Mela Malaka. (Jas)
Keterangan Foto
EVAKUASI MAYAT
Jenazah Victor Purba, ABK KM Samudra yang terlempar ke laut Rabu subuh ditemukan Tim SAR sudah meninggal dunia, Jumat (7/8) (batakpos/Jason gultom)
Pelabuhan Sibolga dan Nias Butuhkan Alat Observasi Cuaca
Sibolga, BATAKPOS
Untuk mengetahui secara pasti situasi dan kondisi cuaca antara Sibolga dan Nias, pemerintah sudah saatnya membangun Manometer dan Barometer (Alat Observasi) cuaca di perairan Pantai Barat Sumatera Utara. Sebab, selama ini kondisi cuaca masih dilaporkan 1 x 24 jam, sementara perobahan iklim cuaca dapat berganti seketika.
“Kadang kala, kondisi cuaca pada pagi hari bagus, namun setelah kapal motor diberangkatkan tiba-tiba di tengah laut cuaca berobah menjadi buruk yang mengakibatkan terjadinya kepanikan bagi kapal yang berlayar,”ungkap Kepala Administrator Pelabuhan (Ka Adpel) Sibolga, Muas Effendy Nasution kepada BATAKPOS di ruangkerjanya, Jum’at (7/8).
Dikatakannya, akibat kondisi cuaca yang tidak menentu dapat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat kapal berlayar. Seperti yang dialami KM Merpati Indah pada Rabu (5/8)kemarin, di mana saat kapal tersebut berangkat pukul 21.30 Wib dari pelabuhan, kondisi cuaca masih baik, namun sekitar pukul 04.00 WIB dalam perjalan menuju Pulau Sinabang terjadi cuaca buruk dengan kondisi ombak 4 hingga 5 meter dan kapal tersebut karam.
“Untuk mengurangi terjadinya tingkat kecelakaan ditengah laut, kita minta agar pemerintah dapat mengalokasikan dana untuk pembangunan Manometer dan Barometer (Alat Observasi Cuaca) antara Sibolga – Nias, Gunung Sitoli, sehingga jam per jam cuaca dapat diprediksi dan tidak lagi perkiraannya kita terima dalam 1 x 24 jam,”tukas Muas.
Menurutnya, jarak antara Pelabuhan Samudera Sibolga ke Pelabuhan Gunung Sitoli, pulau Nias sekira 72 Mil, sedangkan dari Sibolga ke Pulau Sinabang jaraknya sekira 150 Mil dengan kecepatan kapal 7 knot per jam.
”Bayangkan, perjalan sejauh itu kita masih menggunakan perkiraan cuaca dalam 1 x 24 Jam, pada hal cuaca untuk di wilayah Pantai Barat sulit diprediksi. Oleh karenanya, Pemerintah sudah dapat membangun Manometer dan Barometer (Observasi Cuaca - red) antara Sibolga - Gunung Sitoli, Nias sehingga cuaca dapat kita prediksi secara tepat,”paparnya.
Disinggung mengenai tenggelamnya KM Merpati Indah yang memiliki tonase 102 Gross Tone dengan pembuatan tahun 1979 yang mengangkut barang sembako seberat 99, 210 Kilogram dari Pelabuhan Samudera Sibolga tujuan Pulau Sinabang, Muas menyatakan musibah tenggelamnya kapal tersebut, murni karena cuaca buruk, sebab waktu kejadian tersebut cuaca buruk dan ombak mencapai 4 hingga 5 meter.
“Sebelum kapal tersebut diberangkatkan dari Pelabuhan Samudera Sibolga, kita terlebih dahulu melakukan Cek list, situasi dan kondisi kapal layak untuk berlayar. Jadi kejadian ini murni kecelakaan alam,”pungkasnya sembari meminta agar nelayan dan kapal – kapal penumpangtetap berhati – hati saat berlayar, karena cuaca saat ini berobah- robah.(Jas)